Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Serang Gelar Operasi Pasar Terukur di Enam Kecamatan

Asisten Daerah II Bidang Perekonimoan Dan Pembangunan Kota Serang Yudi Suryadi.

SERANG – Pemerintah Kota Serang memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan harga harian, penguatan stok pangan, serta operasi pasar bersubsidi yang berbasis data resmi.


Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok dilakukan setiap hari oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan.


Menurut dia, berdasarkan laporan terbaru, stok bahan pokok di gudang Bulog masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.


“Secara umum ketersediaan dari Bulog masih aman untuk menghadapi puasa dan Lebaran. Program Makan Bergizi Gratis juga membantu mengurangi belanja bahan mentah masyarakat,” ujar Yudi, Kamis (13/3/2026).


Meski demikian, Pemkot Serang tetap mewaspadai potensi tekanan inflasi dari faktor eksternal. Penyesuaian harga bahan bakar minyak dan kenaikan tarif angkutan saat arus mudik dinilai dapat memengaruhi distribusi bahan pokok.


Karena itu, intervensi pasar dilakukan secara terukur. Yudi menegaskan operasi pasar harus mengacu pada data resmi agar tidak mengganggu stabilitas harga di tingkat pedagang.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Serang mencatat deflasi sebesar -1,3 persen pada Januari dan -0,85 persen pada Februari 2026. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan komoditas yang perlu diintervensi.


“Kami berpatokan pada data BPS dan Bank Indonesia. Operasi pasar difokuskan pada komoditas yang harganya naik,” kata Yudi.


Sebagai bentuk intervensi terukur, Pemkot Serang meluncurkan program operasi pasar bertajuk “Serang Makmur.” Program ini dibuka langsung oleh Wali Kota Serang Budi Rustandi di halaman Kantor Kecamatan Cipocok Jaya.


Budi mengatakan pasar murah bersubsidi tersebut bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Ramadan dan Idulfitri.


“Pasar murah bersubsidi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga kesejahteraan masyarakat. Kami ingin warga tetap bisa berbelanja dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.


Dalam program ini, Pemkot Serang bekerja sama dengan PT Agrobisnis Banten Mandiri menyiapkan 3.000 paket sembako bersubsidi. Paket tersebut didistribusikan secara bertahap ke enam kecamatan, yakni Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Taktakan, Walantaka, dan Curug.


Setiap paket sembako senilai Rp115.000 berisi ayam, telur, bawang, cabai, dan minyak goreng. Pemerintah memberikan subsidi sebesar 52 persen sehingga masyarakat cukup menebusnya dengan harga Rp60.000.


Melalui langkah ini, Pemkot Serang berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus menjaga stabilitas harga dan aktivitas ekonomi pedagang lokal menjelang Lebaran. (ADV)

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال