![]() |
| Peringatan Hari Kartini 2026. |
SERANG — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menegaskan pentingnya ketahanan mental perempuan dalam menghadapi tantangan global pada Peringatan Hari Kartini 2026, Selasa 28 April 2026. Isu tersebut diangkat melalui tema “Membangun Ketahanan Mental dalam Perspektif Global” yang dikemas dalam berbagai kegiatan edukatif dan hiburan. Peringatan ini sekaligus menjadi momentum penguatan peran perempuan dalam membangun generasi tangguh menuju masa depan.
Hadir dalam kegiatan ini Rektor Untirta Prof. Fatah Sulaiman beserta jajaran pimpinan. Turut hadir para Wakil Rektor, Dekan, Ketua Lembaga, Direktur Pascasarjana, Kepala UPA, dan Kepala Biro. Kegiatan ini juga diikuti sivitas akademika serta Ketua DWP Untirta Hj. Omah Rohmawati, S.Pd. bersama pengurus dan anggota.
Kegiatan diawali dengan lomba kuis yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta aktif menjawab pertanyaan yang menguji pengetahuan dan wawasan. Suasana acara pun terasa hidup sejak awal pelaksanaan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan lomba video pendek, menghias kue tradisional, fashion show, dan karaoke. Peserta dari berbagai fakultas dan unit kerja menunjukkan partisipasi aktif. Antusiasme tersebut mencerminkan semangat kebersamaan di lingkungan Untirta.
Ketua Panitia, Dr. dr. Ilma Fiddiyanti menyampaikan bahwa tema kegiatan relevan dengan tantangan zaman. Ia menegaskan perempuan berperan sebagai pilar keluarga dan arsitek peradaban. Perempuan diharapkan mampu mencetak generasi cerdas dengan ketahanan mental yang kuat.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar peringatan seremonial. Momentum ini menjadi upaya membangun generasi berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. Perempuan memiliki peran strategis dalam menghadapi dinamika global.
Ketua DWP Untirta, Hj. Omah Rohmawati, S.Pd., menyebut Hari Kartini sebagai momen refleksi perjuangan perempuan. Ia menilai perempuan harus memiliki daya juang dan ketahanan mental yang tinggi seperti R.A. Kartini. Nilai tersebut penting untuk menjawab tantangan zaman.
Ia menambahkan bahwa perempuan harus mampu beradaptasi dalam situasi global yang dinamis. Ketahanan mental menjadi kunci untuk tetap produktif. Perempuan juga dituntut berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.
Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman menyoroti relevansi nilai Kartini di era digital. Ia menyebut Kartini telah membangun generasi intelektual melalui korespondensinya. Filosofi “Habis Gelap Terbitlah Terang” menjadi inspirasi dalam menghadapi proses kehidupan.
Rektor juga menegaskan pentingnya literasi digital dan berpikir kritis. Kedua hal tersebut menjadi fondasi dalam menghadapi arus informasi global. Pada kesempatan itu, ia turut membacakan puisi sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan.
Talkshow kesehatan menghadirkan dr. Ika Agitra Ningtrum. Ia menekankan bahwa ketahanan keluarga menjadi dasar membangun masyarakat yang kuat. Aspek fisik, sosial, dan psikologis harus dibangun melalui komunikasi positif dan nilai spiritual.
Kegiatan ditutup dengan lomba karaoke yang berlangsung meriah. Peserta menunjukkan kreativitas dan semangat kebersamaan. Suasana hangat dan kekeluargaan terasa hingga akhir acara.
DWP Untirta berharap tema yang diusung dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketahanan mental diharapkan mampu membentuk keluarga yang tangguh dan berkarakter. Hal ini penting untuk menghadapi tantangan global di masa depan. ***
.jpeg)