Pemprov Banten dan Satgasus Jaga Pangan Perkuat Ekosistem Ketahanan Pangan Daerah

Gubernur Banten Andra Soni, Hadir Pada Serah Terima Unit Usaha 1000 Ayam Petelur Pada Program Jaga Pangan, Di Pusat Kawasan Agropolitan (Puskagro) Di Kampung Pisangan Talang, Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/08/2026).


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Jaga Pangan dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) berkomitmen bersama-sama memperkuat ekosistem ketahanan pangan, terutama untuk kebutuhan di dalam daerah. Komitmen itu diperkuat dengan pemberdayaan unit usaha ayam petelur, groundbreaking pembangunan budidaya ikan air tawar, dan pengelolaan kandang ayam yang dilaksanakan di Pusat Kawasan Agropolitan (Puskagro), Kampung Pisangan Talang, Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/8/2026).

Satgasus Jaga Pangan merupakan bagian dari program Jaksa Mandiri Pangan yang digagas oleh Jaksa Agung Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejaksaan RI) Reda Manthovani yang hadir bersama Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.

Gubernur Banten Andra Soni berharap, Puskagro di Tangerang dapat diperkuat menjadi kawasan agrobisnis terpadu yang profitable dan memberikan nilai tambah kepada petani. Konsep ini juga dapat direplikasi berbasis komoditas untuk dapat diterapkan di Pandeglang, Lebak, Serang, dan wilayah lain dengan desain berbeda sesuai komoditas unggulan masing-masing.

“Sehingga dengan begitu ekosistem pangan di kita, terjaga dengan baik, termasuk untuk menyuplai kebutuhan ribuan dapur SPPG kita,” katanya.

Menurut Andra Soni, sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan rantai produksi harus terhubung dengan pusat pengolahan, logistik, pembiayaan, pasar, teknologi, perguruan tinggi, BUMD, koperasi, dan industri.

“Itu penting diperhatikan agar rantai pasok kita dari hulu sampai hilir terus terjaga keberlangsungannya dalam jangka panjang yang berkesinambungan,” ujarnya.

Andra Soni menjelaskan, berdasarkan data BPS Provinsi Banten, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di Banten pada tahun 2025 sebesar 9,60 persen. Momentum ini berlanjut pada triwulan I-2026, ketika sektor tersebut tumbuh 17,88 persen, tertinggi dibanding lapangan usaha lainnya.

“Data itu menunjukkan bahwa sektor pertanian Banten bukan lagi sektor tradisional melainkan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kita harus mengubah cara pandang terhadap pertanian dari sekadar kegiatan produksi menjadi sektor strategis yang memiliki nilai ekonomi, nilai investasi, dan nilai tambah yang besar,” jelasnya.

Kedepan, lanjut Andra Soni, sinergitas dengan pemangku kepentingan ini harus terus mendorong modernisasi pertanian, penguatan hilirisasi dan rantai pasok. Termasuk untuk peningkatan produktivitas, akses pembiayaan, serta keterlibatan generasi muda agar pertumbuhan sektor pertanian meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian Banten.

“Apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh pihak yang telah menggagas dan mewujudkan kegiatan pada hari ini,” pungkasnya. (Red).

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال