SERANG — Pemkot Serang di bawah kepemimpinan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia terus mencatatkan sejumlah prestasi dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Tak tanggung-tanggung, sepanjang kepemimpinannya, Pemkot Serang berhasil meraih lima penghargaan dan capaian di bidang manajemen ASN. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti adanya pembenahan dalam tata kelola kepegawaian di lingkungan Pemkot Serang.
Lima capaian tersebut yakni Juara Umum Kategori Penerapan Manajemen Talenta ASN Wilayah Kerja Kantor Regional III BKN Jawa Barat-Banten.
Kemudian, Terbaik II Capaian Indeks Kualitas Data Instansi di wilayah Provinsi Banten.
Pemkot Serang juga meraih Skor Arsip ASN Terbaik I se-Provinsi Banten di lingkungan wilayah kerja Kantor Regional III BKN Bandung pada periode akhir Agustus 2026.
Selain itu, Pemkot Serang menjadi Peringkat I Kategori Sisa Disparitas Terkecil Wilayah Kerja Kantor Regional III BKN Jawa Barat-Banten, serta Peringkat I Kategori Penerapan Manajemen Talenta ASN di wilayah yang sama.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkot Serang. Menurutnya, penghargaan yang diraih menjadi bukti bahwa pembenahan birokrasi yang dilakukan mulai membuahkan hasil.
“Alhamdulillah, ini hasil kerja bareng-bareng. Bukan hanya wali kota atau kepala dinas, tapi semua ASN ikut bekerja. Kita ingin ke depan pelayanan kepada masyarakat juga semakin bagus,” kata Budi, Rabu (9/9).
Budi mengaku, capaian tersebut justru menjadi tantangan bagi Pemkot Serang untuk terus memperbaiki pengelolaan ASN.
“Jangan sampai karena sudah dapat penghargaan kita malah puas. Justru ini harus jadi penyemangat. Kita harus terus berbenah, terutama bagaimana ASN kita bekerja lebih profesional dan masyarakat merasakan langsung pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Serang Murni mengatakan, lima penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses pembenahan yang dilakukan secara bertahap.
Murni menyebut, pengelolaan ASN saat ini tidak hanya berkaitan dengan administrasi kepegawaian, tetapi juga bagaimana pemerintah memastikan data ASN tertata dengan baik, arsip terdokumentasi, serta pegawai ditempatkan dan dikembangkan sesuai kemampuan masing-masing.
“Ini hasil kerja teman-teman semua. Kita terus benahi dari mulai datanya, arsipnya, sampai bagaimana manajemen talenta ASN kita. Alhamdulillah, hasilnya cukup baik dan kita mendapatkan beberapa penghargaan,” kata Murni.
Menurut Murni, capaian tersebut akan menjadi motivasi bagi BKPSDM untuk terus melakukan perbaikan.
“Ke depan tentu kita tidak mau berhenti di sini. Kalau sekarang sudah baik, kita harus bisa lebih baik lagi. Yang paling penting juga bagaimana pengelolaan ASN ini akhirnya berdampak ke pelayanan masyarakat,” pungkasnya. (ADV)
