SERANG — Pemerintah Kota Serang terus mendorong masuknya investasi baru dengan menawarkan sejumlah peluang usaha kepada calon investor. Salah satunya melalui dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) Industri Pengolahan Tepung Ikan yang telah disiapkan dan dipromosikan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang.
Upaya tersebut dilakukan sesuai arahan Wali Kota Serang Budi Rustandi yang mendorong pengembangan potensi daerah dan peningkatan investasi untuk menggerakkan perekonomian serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Kepala DPMPTSP Kota Serang, Dulbarid, mengatakan penawaran IPRO menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkenalkan peluang usaha kepada dunia investasi. Melalui dokumen tersebut, calon investor dapat memperoleh informasi mengenai potensi proyek dan berbagai aspek pendukung sebelum mengambil keputusan untuk menanamkan modal.
Industri Pengolahan Tepung Ikan menjadi salah satu peluang investasi yang ditawarkan karena memiliki potensi pengembangan usaha berbasis sumber daya perikanan. Sektor ini juga berpeluang mendukung rantai industri pangan dan pakan ternak, sekaligus membuka kegiatan ekonomi baru di Kota Serang.
Dulbarid menjelaskan, pemerintah daerah terus memperkenalkan peluang tersebut kepada calon investor melalui berbagai kegiatan promosi dan perluasan jejaring kerja sama. Ketertarikan investor terhadap proyek ini mulai terlihat sehingga komunikasi dan tindak lanjut penjajakan terus dilakukan.
Selain menyiapkan dokumen peluang investasi, DPMPTSP Kota Serang aktif mempromosikan potensi daerah. Pada Juli lalu, DPMPTSP turut mempromosikan IPRO Industri Pengolahan Tepung Ikan dan potensi daerah Kota Serang dalam Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan untuk memperluas jejaring kerja sama.
Menurut Dulbarid, promosi investasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar potensi yang dimiliki Kota Serang semakin dikenal oleh pelaku usaha. Terlebih, Kota Serang memiliki sejumlah peluang pengembangan bisnis di sektor perdagangan, jasa, kuliner, perhotelan, serta berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat.
Kedudukan Kota Serang sebagai pusat pemerintahan Provinsi Banten juga menjadi salah satu nilai strategis bagi dunia usaha. Aktivitas pemerintahan dan pertumbuhan pasar perkotaan membuka peluang bagi pengembangan berbagai sektor bisnis.
Dari sisi pelayanan, Pemkot Serang mengusung Serang One Stop Services (SOSS) sebagai pendekatan pelayanan perizinan yang terintegrasi. Penerapan sistem perizinan berusaha melalui Online Single Submission (OSS) juga menjadi bagian dari upaya memberikan kemudahan akses bagi pelaku usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
Dulbarid menambahkan, promosi peluang investasi perlu didukung pelayanan perizinan yang memberikan kemudahan dan kepastian bagi pelaku usaha. Dengan demikian, calon investor dapat memperoleh informasi sekaligus menindaklanjuti rencana bisnisnya di Kota Serang.
Masuknya investasi diharapkan memberikan dampak langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat. Selain membuka lapangan kerja, kegiatan usaha baru juga berpotensi mendorong pertumbuhan usaha pendukung dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.
Melalui promosi IPRO Industri Pengolahan Tepung Ikan, Pemkot Serang berharap semakin banyak investor yang tertarik menjajaki peluang usaha di Kota Serang. Langkah ini sekaligus menjadi upaya mendorong pengembangan sektor industri dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Kota Serang secara berkelanjutan. (ADV)

