Tak Sekadar Seremoni, Budi Rustandi Awasi Langsung Bantuan Renovasi Rumah Warga

Walikota Serang Budi Rustandi Saat Menyerahkan Bantuan Uang Tunai Kepada Warga Terdampak Bencana Rumah Roboh Di Lingkungan Pulojajar. (Ist).

SERANG – Program bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, mendapat perhatian khusus dari Camat Cipocok Jaya, UM Rochmat Hidayat. Ia menilai program tersebut menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Hal itu disampaikan Rochmat saat mendampingi Wali Kota Serang Budi Rustandi yang turun langsung menyerahkan bantuan RTLH di Kampung Pulojajar, Jumat (10/4/2026).

Menurut Rochmat, program RTLH yang digulirkan Pemerintah Kota Serang merupakan kebijakan yang sangat positif karena menyentuh langsung kebutuhan dasar warga.

“Program RTLH ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas hunian menjadi lebih layak dan aman untuk ditempati,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026, Pemkot Serang menargetkan pembangunan sekitar 1.600 unit RTLH. Program tersebut didukung berbagai sumber pendanaan, mulai dari Kementerian PUPR, Baznas Kota Serang, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga CSR perusahaan swasta seperti PT Kawah, PLN, dan Lippo Group.

Rochmat menegaskan, komitmen kuat Wali Kota Serang dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga, termasuk di wilayah Cipocok Jaya.

“Banyak warga yang sudah menerima bantuan ini mengaku sangat bersyukur karena kondisi rumah mereka berubah signifikan menjadi lebih baik,” ujarnya. 

Ia juga mengungkapkan pada tahun 2025, Pemkot Serang telah merealisasikan pembangunan 123 unit RTLH. Sementara pada 2026, targetnya meningkat hingga mencapai 2.000 unit rumah.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, proses penyaluran dilakukan melalui pendataan dan verifikasi ketat oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Serang.

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi dalam kesempatan tersebut menegaskan  kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam kondisi membutuhkan.

“Pemerintah tidak boleh hanya bekerja di balik meja. Kita harus hadir langsung dan memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan RTLH diberikan dengan nilai Rp10 juta untuk kategori kerusakan berat dan Rp5 juta untuk kerusakan ringan. Proses renovasi dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan pengawasan RT, RW, dan lurah setempat.

Suasana haru pun mewarnai penyerahan bantuan saat Wali Kota mengunjungi rumah Sainah, warga yang sehari-hari bekerja sebagai pencari barang rongsokan. Ia mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah.

Program RTLH ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah warga, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong serta memperkuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.


(ADV).

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال